Monday, December 7, 2015

another from Handoko ;)

biasanya ui/ux itu di 1 orang bisa merangkap ya ko? bukannya ux sama ui harusnya beda ya ko??

Okay let me re-explain:
UI itu yang terlihat. UX itu yang dirasakan. Batas antara UI dan UX sebenernya blur dan erat berkaitan, jadi orangnya bisa sama, bisa beda. UI designer suka ngomong gini: "Ini kayaknya tombolnya naikin ke atas deh biar gampang di akses." UX designer suka ngomong gini: "Abis user selesai sign up kayaknya baiknya kita kasih thank you screen."
Here's an analogy. Think of a car:
- Yang kamu lihat dari dashboard, posisi setir, kejelasan speedometer, design mobil, design interior: itu UI.
- Kenyamanan berkendara, kecepatan, ketahanan mesin: itu UX. Nah UI yang bagus juga nempel erat untuk menghasilkan UX yang baik. Kalau posisi setirnya jelek, nyetirnya kan jadi ngga enak.
Here's another analogy:
- Pacar cakep, sexy: Good UI.
- Pacar yang bikin nyaman: Good UX.
- Pacar yang cakep, tapi gila: Good UI, bad UX.
- Pacar yang ngga cakep, udah gitu gila: Yah ini sih ngapain dipacarin?


No comments:

Post a Comment