Tuesday, January 27, 2015

BARBER JHONSON (1)

Rumah sakit merupakan sarana kesehatan yang juga mengedepankan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Rumah sakit dapat diibaratkan sebagai sebuah perusahaan. Untuk itu, Rumah sakit juga memerlukan sebuah manajemen yang baik sehingga kegiatan pelayanan dapat berjalan dengan baik. Dalam hal tersebut rumah sakit memerlukan beberapa indikator untuk mengetahui efisiensi dari penggunaan sumberdaya yang dimiliki. Pada tulisanku kali ini kita akan membahas mengenai Grafik Barber Johnson .
Grafik Barber Johnson merupakan salah satu alat untuk mengukur tingkat efisiensi pengelolaan rumah sakit. Grafik barber Johnson sendiri diperoleh dari hasil perhitungan beberapa data statistic rumah sakit. Dan dalam hal ini, tentu saja medical recorder memegang peran penting. Beberapa data statistic tersebut antara lain:
BOR – berfungsi untuk mengetahui seberapa jauh RS digunakan oleh masyarakat dan seberapa jauh masyarakat menggunakan pelayanan rawat inap. BOR ini akan sangat penting dalam pengambilan keputusan perencanaan rumah sakit.
BOR, AvLOS, TOI, dan BTO – merupakan indikator yang digunakan untuk menilai efisiensi pengelolaan RS. Selain itu merupakan dasar dalam menemukan kemungkinan-kemungkinan sebab ketidakefisiensian untuk perbaikan selajutnya. Untuk menilai efisiensi dibutuhkan keempat data tersebut, atau dengan kata lain bukan hanya salah satu data yang digunakan untuk menilai efisiensi.
Rumus BOR, AvLOS, TOI, dan BTO ada di Bagian kedua 2
Function of Barber Johnson chart antara lain:
Untuk perbandingan efisiensi dalam kurun waktu tertentuMemonitor terhadap standar/target yang telah ditentukan
Perbandingan efisiensi antar ruang
Mengecek kesesuaian laporan
Grafik BOR makin dekat dengan sumbu Y maka BOR semakin tinggi
Grafik BTO mendekati titik sumbu maka pasien keluar makin tinggi
Apabila TOI tetap, AvLOS berkurang, BOR akan turun
Batasan nilai efisien
BOR – 75%-85%
TOI – 1-3 hari
AvLOS – 3-12 hari
BTO >30
Apabila titik temu antara BOR, AvLOS, TOI dan BTO berada di luar daerah efisiensi maka system kurang efisien.
Untuk kesempatan kali ini, kita akan membahas terlebih dahulu mengenai bagaimana menggambarkan daerah batas-batas efisiensi pada diagram kartesius secara manual dan konsepsi perhitunganya. Berikut ini penjelasannya.
Pembuatan Garis BOR 75% dilakukan dengan mencari angka Avlos dan TOI nya. Pencarian dilakukan dengan persamaan-persamaan berikut:
Kita Umpamakan
A adalah TT tersedia
O adalah Rata TT terisi dan
D adalah jumlah pasien keluar
TOI = T
AvLOS = L
BOR 75% maka rata-rata penggunaan tempat tidur (TT) adalah sebesar
= 75/100 = 3/4 A
Sehingga L= (O x 365/D)
L= 3/4 A x (365/D)
Sedangkan
T=(A – O) x (365 /D)
T =(A-(3/4)A) x (365/D)
T = ¼ A x (365/D)
Dari hal ini perlu kita ingat bahwa L=T, sehingga
L:T = ¾ A x (365/D) : ¼ A x (365/D)
L:T = ¾ : ¼
L:T = 3:1
Sehingga angka L adalah 3 dan T adalah 1. Angka ini dimasukkan dalam diagram kartesius dimana x adalah L atau sebesar 1 sedangkan y adalah T atau sebesar 3. Titik tersebut dapat ditarik garis lurus dari titik potong sumbu x dan y ke tak terhingga yang merupakan Garis BOR 75%
Perpotongan antara BOR 75% dengan batas-batas TOI ( 1hingga 3 hari) dan AvLOS (1 hingga 12 hari) membentuk daerah efisiensi (efficiency area) diatas. Daerah efisiensi tersebut merupakan pedoman untuk melihat efisensi pengelolaan RS nantinya.
Apabila titik perpotongan antara BOR dan BTO berada diluar area tersebut maka dikatakan kurang efisien.
__________________________________________________
PENGERTIAN YANG SIMPLE

Barber Johnson (di buat secara mudah)

Grafik ini menggambarkan 4 parameter dalam satu grafik, yaitu LOS, TOI, BOR dan BTO.
Grafik ini menggambarkan 4 parameter dalam satu grafik, yaitu LOS, TOI, BOR dan BTO.
Grafik ini menggambarkan 4 parameter dalam satu grafik, yaitu LOS, TOI, BOR dan BTO.
Dalam grafik ini sumbu datarnya adalah TOI dan Sumbu tegaknya LOS.
Pada grafik juga ada garis BOR ( BOR 50%, 70%, 80% dan 90%) dan garis BTO (BTO 30, 20, 15 dan 12,5).
Menggambar garis BOR dan BTO
Hari Perawatan                                    Hari Perawatan
BOR =      ———————-
LOS =   ————————–
Jumlah TT x 365
Pasien Keluar
(Jumlah TT x 365) – Hari Perawatan
Pasien Keluar
TOI =         ——————————————                      BTO =          ————————-
Pasien Keluar
Jumlah TT
TT adalah Tempat Tidur dan 365 adalah Jumlah Hari dalam 1 Tahun
Jika BOR = 50 %
artinya
Hari Perawatan                   50
BOR =  ———————-       =  ——–
Jumlah TT x 365               100
Jadi :   Hari Perawatan  =   50, dan  (Jumlah TT x 365)  =  100
Masukkan nilai tsb ke rumus LOS dan TOI, hasilnya :

Hari Perawatan                     50
LOS =   ————————–   =  —————–
Pasien Keluar               Pasien Keluar
(Jumlah TT x 365) – Hari Perawatan
100 – 50                          50
TOI =         ———————————————                            =         ———————       = ——————
Pasien Keluar                           Pasien Keluar                                    Pasien Keluar
Persamaan garis BOR 50% adalah  LOS = TOI
Selanjutnya dengan cara yang sama didapatlah :
Persamaan garis BOR 70% adalah   3(LOS) = 7(TOI)
Persamaan garis BOR 80% adalah   LOS = 4(TOI)
Persamaan garis BOR 90% adalah   LOS = 9(TOI)
Grafik Barber Johnson1
menggambar garis BTO 30. 20, 15 dan 12,5
Hari Perawatan
  LOS =   ————————–
Pasien Keluar
(Jumlah TT x 365) – Hari Perawatan        (Jumlah TT x 365)              Hari Perawatan
TOI =       ———————————————      =  ————————-   –      ————————–
Pasien Keluar                              Pasien Keluar                       Pasien Keluar
(Jumlah TT x 365)
     TOI =         ———————–    –  LOS
Pasien Keluar
(Jumlah TT x 365)
TOI  +  LOS =     ———————–      
Pasien Keluar
BTO 30
Pasien Keluar                  30
             BTO = ————————- =  ———–
Jumlah TT                     1
Pada BTO 30 , Pasien keluar = 30 dan Jumlah TT=1
Jadi persamaan garis BTO 30 adalah :
TOI + LOS = 365 : 30 = 12,16
TOI + LOS = 12,16
Dengan cara yang sama didapat :
Persamaan garis BTO 20       —–>    TOI + LOS = 18,25
Persamaan garis BTO 15       —–>    TOI + LOS = 24,3
Persamaan garis BTO 12,5    —–>    TOI + LOS = 29,2
Selanjutnya kita menggambarkan daerah yang efisien, yaitu daerah yang dibatasi TOI ≥ 1 dan TOI  ≤ 3, serta
BOR ≥ 75%

dari blog sebelah guys, copas banget soalnya ;)
https://dhevanhal.wordpress.com/2013/01/16/sekilas-tentang-barber-johnson/

Tuesday, December 30, 2014

guys, kantor gue libur haha ga libur sih sebenernya, tapi banyak tanggal merah dan ada satu tanggal masuk. gue rencana izin aja ah hahah mau ikut papandayan nih. ada rencana pulang juga. hah llumayan. kapan lagi gue punya waktu free sampe 4 hari. haha harus di manfaatkan dengan maksimal nih haha

bismillah, rencananya hari ini pulang kantor gue mau langsung cabut ke garut buat daki papandayan. gatau gimana caranya pokokknya gue mau berangkat haha

semalem tlp mamah, soalnya mau ke bandung. yah. rencana pulang gitu kan. terus tadi pagi liat pm opay yang mau berangkat papandayan. mamh sempet kaya ngizinin dengan ragu gitu haha

ookay gue untuk pertama kalinya merasa excited lagi hahah bismillah, otw otw otw papndayaaaaan!!!

kang udhin aga susah dihubungin nih. bismillah ah. gue mau berangkat bareng soalnya haha
gatau rutre soalnya gue haha
yah bismillah. yeeeee ganti tahun masehi di gunung lagi. bismillah. bisa!

Monday, December 29, 2014

lagi nyari bahan bacaan guys, dapet ini, copas dari blog sebelah. terimakasih :)
 
Peranan SIK dalam Sistem Kesehatan
Menurut WHO, Sistem Informasi Kesehatan merupakan salah satu dari 6 “building blocks” atau komponen utama dalam Sistem Kesehatan di suatu negara. Keenam komponen (buliding blocks) Sistem Kesehatan tersebut ialah : 
1. Servis Delivery (Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan) 
2. Medical product, vaccines, and technologies (Produk Medis, vaksin, dan Teknologi Kesehatan) 
3. Health Workforce (Tenaga Medis) 
4. Health System Financing (Sistem Pembiayaan Kesehatan) 
5. Health Information System (Sistem Informasi Kesehatan) 
6. Leadership and Governance (Kepemimpinan dan Pemerintahan) 
SIK di dalam Sistem Kesehatan Nasional Indonesia 
Sistem Kesehatan Nasional Indonesia terdiri dari 7 subsistem, yaitu : 
1. Upaya Kesehatan 
2. Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 
3. Pembiayaan Kesehatan 
4. Sumber Daya Mansuia (SDM) Kesehatan 
5. Sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan 
6. Manajemen, Informasi, dan Regulasi Kesehatan 
7. Pemberdayaan Masyarakat 
Di dalam Sistem Kesehatan Nasional, SIK merupakan bagian dari sub sistem ke 6 yaitu : Manajemen, Informasi dan Regulasi Kesehatan. Subsistem Manajemen dan Informasi Kesehatan merupakan subsistem yang mengelola fungsi-fungi kebijakan kesehatan, adiminstrasi kesehatan, informasi kesehatan dan hukum kesehatan yang memadai dan mampu menunjang penyelenggaraan upaya kesehatan nasional agar berdaya guna, berhasil gunam dan mendukung penyelenggaraan keenam subsitem lain di dalam Sistem Kesehatan Nasional sebagai satu kesatuan yang terpadu. 
Manfaat Sistem Informasi Kesehatan 
Begitu banyak manfaat Sistem Informasi Kesehatan yang dapat membantu para pengelola program kesehatan, pengambil kebijakan dan keputusan pelaksanaan di semua jenjang administrasi (kabupaten atau kota, propvinsi dan pusat) dan sistem dalam hal berikut : 
1. Mendukung manajemen kesehatan 
2. Mengidentifikasi masalah dan kebutuhan 
3. Mengintervensi masalah kesehatan berdasarkan prioritas 
4. Pembuatan keputusan dan pengambilan kebijakan kesehatan berdasarkan bukti (evidence-based decision) 
5. Mengalokasikan sumber daya secara optimal 
6. Membantu peningkatan efektivitas dan efisiensi 
7. Membantu penilaian transparansi 
Permasalahan Sistem Informasi Kesehatan di Indonesia 
Permasalahan mendasar Sistem Informasi Kesehatan di Indonesia saat ini antara lain : 
1. Faktor Pemerintah 
  • Standar SIK belum ada sampai saat 
  • Pedoman SIK sudah ada tapi belum seragam 
  • Belum ada rencana kerja SIK nasional 
  • Pengembangan SIK di kabupaten atau kota tidak seragam 
2. Fragmentasi 
  • Terlalu banyak sistem yang berbeda-beda di semua jenjang administasi (kabupaten atau kota, provinsi dan pusat), sehingga terjadi duplikasi data, data tidak lengkap, tidak valid dan tidak conect dengan pusat. 
  • Kesenjangan aliran data (terfragmentasi, banyak hambatan dan tidak tepat waktu) 
  • Hasil penelitian di NTB membuktikan bahwa : Puskesmas harus mengirim lebih dari 300 laporan dan ada 8 macam software RR sehingga beban administrasi dan beban petugas terlalu tinggi. Hal ini dianggap tidak efektif dan tidak efisien. 
  • Format pencatatan dan pelaporan masih berbeda-beda dan belum standar secara nasional. 
3. Sumber daya masih minim 
Perkembangan Sistem Informasi Kesehatan di Indonesia 
Sistem Informasi Kesehatan di Indonesia telah dan akan mengalami 3 pembagian masa sebagai berikut : 
1. Era manual (sebelum 2005) 
2. Era Transisi (tahun 2005 – 2011) 
3. Era Komputerisasi (mulai 2012) 
Masing-masing era Sistem Informasi Kesehatan memiliki karakteristik yang berbeda sebagai bentuk adaptasi dengan perkembangan zaman (kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi - TIK). 
1. Era Manual (sebelum 2005) 
  • Aliran data terfragmentasi. Aliran data dari sumber data (fasilitas kesehatan) ke pusat melalui berbagai jalan.
  • Data dan informasi dikelola dan disimpan oleh masing-masing Unit di Departemen Kesehatan.
  • Bentuk data : agregat.
  • Sering terjadi duplikasi dalam pengumpulan data.
  • Sangat beragamnya bentuk laporan.
  • Validitas diragukan.
  • Data sulit diakses.
  • Karena banyaknya duplikasi, permasalahan kelengkapan dan validitas, maka data sulit dioah dan dianalisis.
  • Pengiriman data masih banyak menggunakan kertas sehingga tidak ramah lingkungan.
2. Era Transisi (2005 – 2011) 
  • Komunikasi data sudah mulai terintegrasi (mulai mengenal prinsip 1 pintu, walau beberapa masih terfragmentasi).
  • Sebagian besar data agregat dan sebagian kecil data individual.
  • Sebagian data sudah terkomputerisasi dan sebagian masih manual.
  • Keamanan dan kerahasiaan data kurang terjamin.
3. Era Komputerisasi (mulai 2012) 
  • Pemanfaatan data menjadi satu pintu (terintegrasi).
  • Data inbdividual (disagregat).
  • Data dari Unit Pelayanan Kesehatan langgsung diunggah (uploaded) ke bangk data di pusat (e-Helath).
  • Penerapan teknologi m-Health dimana data dapat langsung diunggah ke bank data.
  • Keamanan dan kerahasiaan data terjamin (memakai secure login).
  • Lebih cepat, tepat waktu dan efisien.
  • Lebih ramah lingkungan.
Sistem Informasi Kesehatan di masa Depan
Dalam upaya mengatasi fragmentasi data, Pemerintah sedang mengembangkan aplikasi yang disebut Sistem Aplikasi Daerah (Sikda) Generik. Sistem Informasi Kesehatan berbasis Generik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 
  • Input pencatatan dan pelaporan berbasis elektronik atau computerized.
  • Input data hanya dilakukan di tempat adanya pelayanan kesehatan (fasilitas kesehatan).
  • Tidak ada duplikasi (hanya dilakukan 1 kali).
  • Akurat, tepat, hemat sember daya (efisien) dan transfaran. Tejadi pengurangan beban kerja sehingga petugas memiliki waktu tambahan untuk melayani pasien atau masyarakat.
  • Data yang dikirim (uploaded) ke pusat merupakan data individu yang digital di kirim ke bank data nasional (data warehouse).
  • Laporan diambil dari bank data sehingga tidak membebani petugas kesehatan di Unit pelayanan terdepan.
  • Puskesmas dan Dinas Kesehatan akan dilengkapi dengan peralatan berbasis komputer.
  • Petugas akan ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan untuk menerapkan Sikda Generik.
  • Mudah dilakukan berbagai jenis analisis dan assesment pada data.
  • Secara bertahap akan diterapkan 3 aplikasi Sikda Generik yaitu Sistem Informasi Manajemen Kesehatan, Sistem Informasi Dinas Kesehatan dan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit.
hari ini Ineke juga pulang. jadi fix, semua orang di lorong aku udah pada pulang. eh ga semua deh. kecuali aku. eheh. aku emang ga liburan.biasa lah, idup gue ga mainstream soalnya haha.kampus sih libur. 1 bulan penuh, lebih malahan. tapi gue kan harus ngantor.jadi, mau ga mau gue harus stay. kerasa bangetr sepinya tadi. gue bangun sendirian, tapi ada yang masih di asrama sih salah satunya, kamar no 13. dia anak FK. yah, rumpun ilmu kesehatan emang nyaris selalu aga telah liburannya. kita emang aga rajin kali yah haha

guys, ingin banget pulang. beresin berkas buat beasiswa gue.
bismilah, semoga dapet yah. amiin.
doanya guys.

liburan ini, target gue, lulus waiving, beasiswa app, sama cari uang tambahan. penting banget buat idup gue secara material disini haha

gue pulang.
harus. beresin semuanya.


Saturday, December 27, 2014

mulai sepi. :( muai pada pulang kampung. asrama UI mulai sepi banget. satu persatu mahasiswa penghuni asrama tereliminasi pulang ke kampungnya, tiggal aku dan fatma dan alma. hari senin mereka pulang. seharusnya ada morin. tapi dia lagi di bogor sekarang. senin dia pulang juga. sama pulang ke kampungnya juga. jadi, hari senin ituuuu, apa banget. :( sekarang tanggal 27. dan mereka akan pulang tanggal 29. mereka harus kembali sementara ke alamnya masing-masing. gue cuman bisa becandain untuk "minta oleh-oleh" padahal nyesek banget ngeliat mereka packing mau pada pulang :( faiza juga pulang. hari ini dia ga ada di disi juga karena ada kegiatan juga di garut. tar selasa, faiza pulang ke asrama, tapi galama dari itu dia pulang ke rumahnya. than, iam here standing for my self and doing nothing.
iya sih, aku emang spesial.Alloh tahu.. ya aku memang ga seharusnya melaukan hal yang mainstream kali yah. hehe disaat semua orang berbahagia, aku harus lebih bahagia. lebih tepatnya, aku harus membuat segalahalnya membuat aku bahagia.
mudah sih. just look for other persfective.
that simple.

Thursday, December 25, 2014

gue anak UI guys. sumpah! asli! ahahah
sampaikanlah pada ibuku
aku pulang terlambat waktu
ku akan menaklukan malam
dengan jaalan fikiranku
sampaikan lah pada bapak ku
aku mencari jalan atas semua jalan keresahan-keresana ini.
kegelidsahan masnusia
rataplah
malam yang  dingin

#tak pernah perhenti perjuang
pecahkan tekateki malam
tak pernah perhenti perjuang
pecahkan tekateki keadilan

berbagi waktu dengan alam kau akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya hakikat manusia
#
keadilan

akan aku  telurusi jalan yang setapak ini semoga ku temukan jawaban
akan aku  telurusi jalan yang setapak ini semoga ku temukan jawaban

akan aku  telurusi jalan yang setapak ini semoga ku temukan jawaban
akan aku  telurusi jalan yang setapak ini semoga ku temukan jawaban
jawaban jawaban oh oh oh